Bongkar Mitos Seputar Stroke

Bongkar Mitos Seputar Stroke,- Selain serangan jantung, stroke juga termasuk penyakit kardiovaskular yang perlu di waspadai. Agar lebih memahami kondisi tersebut, bongkar mitos seputar stroke. berikut ini:

Dokter tak bisa membantu jika terlambat tiga jam

Majunya dunia kesehatan membuat adanya obat-obatan bisa menangani pasien stroke dengan lebih efektif. Jadi jika benar jika ada yang bilang bahwa dokter tak bisa membantu saat pasien stroke sudah terlambat tiga jam untuk berobat. Namun tetap saja, penanganan lebih cepat memang lebih baik.

Lama sembuh dari stroke bisa bikin cacat

Tidak selalu. Pernah ada pasien stroke yang sama sekali tidak membaik kondisinya selama enam bulan. Namun hal itu sebenarnya di karenakan otak masih sedang dalam proses menyusun ulang sistemnya. Jadi tetap ada kesempatan bagi pasien stroke untuk bisa sembuh total meskipun waktunya lama.

Gejala stroke bisa hilang dengan sendirinya

Tentu saja tidak. Ketika menyadari bahwa seseorang menderita gejala stroke, cara terbaik untuk menanganinya adalah menghentikan gejala tersebut. Misalnya segera berkonsultasi ke dokter sebelum semuanya terlambat.

Gejala stroke selalu kejang

Tidak benar. Terkadang gejala stroke cukup ringan berupa pusing saja. Sama seperti penyakit jantung, pria dan wanita pun bisa memiliki gejala stroke yang sama. Namun bebrapa wanita terkadang juga cegukan saat terkena stroke.

Stroke tidak bisa di cegah

Siapa bilang? Sekitar 80 persen stroke bisa di cegah. Cara mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Ketiganya bisa di dapat dengan cara rajin berolahraga, makan sehat, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Hanya ada satu jenis stroke

Sebenarnya, ada dua. sekitar 85 persen stroke muncul akibat penyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke otak. Sisanya adalah pendarahan otak yang terjadi ketika pembuluh darah rusak. Faktor resikonya sama, tetapi penangannya sangat berbeda.

Hanya orang tua yang terserang stroke

Salah. Meskipun kebanyakan stroke memang menyerang orang-orang di atas usia 65 tahun, namun satu pertiga pasien stroke ternyata adalah mereka yang berusia di bawah 65 tahun. Jumlah penderita stroke muda pun kabarnya semakin meningkat seiring dengan epidemi obesitas.

Posted by : obatlukadiabetes.gov7.net